BREBES, brebeskanal.com – Pengelolaan Rumah Potong Unggas (RPU) milik Pemkab Brebes dengan model kontrakĀ Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) barang milik negara, sempat di soal. Bahkan, sempat dituding mangkrak. Dnas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes memilih model KSP karena di nilai mempunyai banyak keuntungan. Termasuk, sebagai investasi jangka panjang, dan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Sistem KSP ini sudah berjalan sejak akhir tahun 2024. Penandatangan kontrak dengan CV Agung Fresindo selaku pihak ketiga di lakukan pada November 2024. Pemkab juga sudah mendapat pembayaran retribusi sebesar Rp 105 juta dan sudah masuk kas daerah melalui DPKH,” ungkap Kepala DPKH Kabupaten Brebes, Ismu Broto, Rabu 12 Oktober 2025.
Dia menjelaskan, kontrak pengelolaan RUP dengan KSP ini, tidak hanya semata mata angka retribusi. Namun merupakan investasi jangka panjang. Selain menerima kontribusi tetap untuk pendapatan daerah dari pihak ketiga sebesar Rp Rp 105 juta per tahun dengan proyeksi sewa total selama kerjasama Rp 6 miliar, Pemkab juga mendapatkan investasi dari pihak ketiga. Yakni, berupa peralatan tetap yang diberikan pihak ketiga. Bahkan, saat ini sudah masuk investasi berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Air Blast Freezer (ABF), serta peningkatan daya listrik dengan total senilai hampir Rp 1 miliar.
“Kontrak ini memastikan kas daerah tetap mendapat pemasukan, sekaligus menambah aset yang akan menjadi milik Pemkab setelah kontrak berakhir. Kontrak KSP ini selama 20 tahun, dengan investasi pihak ketiga senilai Rp 3,5 miliar berupa peralatan tetap,” jelasnya.
Selama kontrak, lanjut dia, pihak ketiga juga wajib memenuhi standar Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Targetnya, RPU Brebes bisa mencapai kelas 1 agar memenuhi standar ekspor.
“Untuk mencapai NKV kelas 1, minimal investasi Rp 3,5 miliar harus di gelontorkan. Kami akan mengevaluasi progres setiap tahun agar sesuai kontrak,” tegasnya.
Selain aspek ekonomi, ungkap Ismu, ada keuntungan lain dari sistem KSP ini. Yakni, manfaat sosial bagi warga sekitar karena akan menyerap tenaga kerja lokal. Bahkan, saat ini tenaga kerja lokal sudah mulai terserap, termasuk ibu-ibu dari Limbangan Wetan.
“CV Agung Freshindo menargetkan RPU mulai beroperasi akhir tahun ini dengan sistem jasa pemotongan modern. Mereka bakal membuka lapangan kerja baru. Kami dorong agar tenaga kerja berasal dari warga sekitar. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menikmati hasilnya, tetapi juga terlibat langsung dalam prosesnya,” pungkasnya. **



