Open post

Musrenbang Brebes Menyongsong Indonesia Emas

BREBESKANAL.com – Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Musrenbang ini untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD} Kabupaten Brebes tahun 2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Brebes tahun 2025-2045.

Dalam laporannya, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT menjelaskan, dalam proses penyusunan dokumen perencanaan melalui beberapa tahapan yakni persiapan, penyusunan rencana awal, rancangan dan rancangan akhir.

Tahapan yang telah dilalui pada penyusunan dokumen perencanaan yaitu, agenda Konsultasi Dokumen Rancangan Awal RPJPD dengan perangkat daerah pada 1 Nopember 2023. Dilanjutkan agenda forum konsultasi publik rancangan awal RPJPD pada 15 Nopember 2023. Juga Musrenbang RKPD tingkat desa dan kelurahan telah dilaksanakan pada Januari 2024 dan Musrenbang RKPD tingkat kecamatan telah dilaksanakan pada 19-23 Februari 2024.

PJ Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar SH MHum menjelaskan, penduduk Kabupaten Brebes pada 2023 mencapai lebih dari Dua juta jiwa dengan kelompok usia 24-45 tahun mendominasi populasi penduduk. Sedangkan untuk rasio jenis kelamin penduduk mencapai 103,00 dan rasio ketergantungannya mencapai 43,55 persen.

Iwan mengingatkan, capaian pembangunan di Kabupaten Brebes jangan hanya dilihat dari indikator yang positif saja namun juga dari apresiasi atau penghargaan dari kementerian/lembaga maupun dari pemerintah untuk Kabupaten Brebes khususnya untuk masyarakat Brebes.

Rencana pembangunan 2025 diarahkan pada pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkesinambungan yang berlandaskan keunggulan kompetitif. Iwan menyebut ada empat prioritas pembangunan sebagai upaya untuk menjawab permasalahan daerah seperti kemiskinan, bencana, permasalahan pertanian, permasalahan ketentraman, keamanan dan ketertiban umum. Prioritas pembangunan juga dirancang untuk menjawab isu-isu strategis pembangunan seperti peningkatan kualitas sdm, peningkatan peran desa, kelestarian lingkungan dan perubahan tata kelola pemerintahan.

“Kita memasang target pada tahun 2025 kesejahteraan masyarakat meningkat dengan ukuran atau indikator IPM dan pertumbuhan ekonomi optimis untuk tetap tumbuh positif sedangkan kemiskinan dan pengangguran dapat terus ditekan,” kata Iwan.

Diproyeksikan, lanjutnya, jumlah penduduk Kabupaten Brebes mencapai 2,3 juta jiwa, maka saat ini wajib untuk memikirkan kebutuhan-kebutuhan bagi penduduk seperti kebutuhan rumah tinggal, air bersih, energi, pengelolaan sampah, fasilitas kesehatan dan pendidikannya.
Perencanaan Kabupaten Brebes 2025-2045 selaras dan harmonis dengan kebijakan-kebijakan nasional dan Pemerinah Provinsi Jawa Tengah. Yakni mengusung Indonesia Emas 2045 dengan menekankan pada kebijakan 17 arah pembangunan, 8 misi pembangunan.

Aspirasi masyarakat yang disampaikan dari Agustus 2023 dan kajian teknokratik pemerintah serta stakeholder pembangunan dirumuskan Brebes 2045 dengan Visi “Menuju Brebes Maju, Sejahtera dan Lestari”. Visi yang menjadi doa dan harapan kita semua untuk dapat mewujudkan brebes lebih maju, sejahtera dan lestari dari sisi sdm, infrastruktur, ekonomi, sosial budaya dan Lestari.

Visi pembangunan kabupaten brebes 2045 dijabarkan melalui 6 misi pembangunan dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebagai gambaran IPM saat ini 69,71 maka ditargetkan pada 2045 sebesar 80,88. (bk01_red)

Open post

Pj Bupati Brebes Minta Tingkatkan Kualitas Data

BREBESKANAL.com – Pj Bupati Brebes Iwanudin Iskandar SH MHum menghendaki kualitas data agar ditingkatkan dalam paenurunan stunting sehingga penurunan stunting tepat sasaran. Data yang di maksud adalah mengenai remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusu, dan anak berusia 0-59 bulan. Seluruh komponen sejak tingkat desa atau kelurahan, seperti bidan desa, petugas gizi puskesmas, tim pendamping keluarga, dan kader pembangunan manusia dalam penelusuran sasaran percepatan penurunan stunting harus cermat dan berkualitas.

“Camat, untuk memfasilitasi serta mengkoordinir desa dan kelurahan. Pastikan kegiatan untuk penurunan stunting dan pencegahan stunting di tingkat desa dan kelurahan terlaksana dengan baik.Dan Kepala OPD untuk menganggarkan kebutuhan percepatan penurunan stunting,” kata Iwanuddin.

Kata Iwan, permasalahan stunting di Kabupaten Brebes masih harus mendapatkan perhatian serius. Pemerintah sudah menerbitkan kebijakan Perpres nomor 72 tahun 2021 dan Peraturan BKKBN nomor 12 tahun 2021 tentang rencana aksi nasional percepatan penurunan angka stunting Indonesia (RAN Pasti). , Di dalamnya dsebutkan ada tiga pendekatan dalam pelaksanaan RAN Pasti, yakni:

“Pendekatan keluarga berisiko stunting, dilakukan dengan pendekatan intervensi hulu, pendekatan multisektor dan pendekatan multipihak melalui pentahelix.

Kepala Baperlitbangda Brebes Apriyanto Sudarmoko melaporkan rembug stunting bertujuan untuk meningkatkan komintmen percepatan penurunan stunting di Kabupaten Brebes. Dalam rembugan ini dicari pemufakatan Rencana Kegiatan Intervensi Stunting Tahun 2025.

Rembug Stunting diikuti unsur forkominda, perangkat daerah, camat, koryan, desa/kelurahan, perguruan tinggi, perusahaan dan organisasi masyarakat. (BK01_red)

Scroll to top